Sering kita dengar orang-orang, teman ataupun yang lainnya mengatakan tentang sesuatu hal yang tidak patut dilakukan yang biasa mereka sebut dengan kata "mamali" atupun "wala'", tetapi apa pengertian dan maksud dari kata tersebut itu??setelah saya telusuri mlebih lanjut mamali atupun wala' merupakan salah satu adat atau kebisaaan orang zaman dahulu untuk melarang melakukan sesuatu terhadap keturunannya karena dianggap tidak baik dan akan merugikan.
Tetapi yang menjadi poko masalah yang ada adalah "apa itu benar-benar terjadi??", sejauh ini saya mendiskusikan hal ini dengan beberapa teman, dari kalangan rasionalis, agama maupun yang moderat, ternyata pendapat mereka tidak jauh berbeda, hasilnya menunjukkan bahwa "mamali" ataupun "wala'" itu suatu mitos yang jarang dan enggan terjadi jika kita tidak mempercayainya dan akan terjadi jika kita mempercayainya, sedangkan teman saya yang dari golongan agama berpendapat bahwa mamali" ataupun "wala'" sejak zamannya nabi muhammad dan sahabatnya tidak dijelaskan hanya saja disebut sebagai budaya lokal dan bukan merupakan suatu keparcayaan yang patut kita percayai dan kita amalkan.
Menyambung pendapat teman saya yang pertama tentang rasiolitas, saya teringat pada sebuah buku yang isinya mengajarkan kepada kita bahwa apa ynag kita lakukan dan kita katakan merupkan setimulus atau dorongan untuk nasib kita, jikalau kita memberi masukan yang baik tentu kan menghasilakn hasil yang baik pula akan tetapi jika memberi masukan yang buruk maka akan menghasilkan yang buruk juga. kalau dalam teori orang cina ini dibuktikan dengan penelitian mengenai kata-kata yang dimasukkan kedalam air dan kemudian hasilnya sunngguh luar biasa,,
Tetapi yang menjadi poko masalah yang ada adalah "apa itu benar-benar terjadi??", sejauh ini saya mendiskusikan hal ini dengan beberapa teman, dari kalangan rasionalis, agama maupun yang moderat, ternyata pendapat mereka tidak jauh berbeda, hasilnya menunjukkan bahwa "mamali" ataupun "wala'" itu suatu mitos yang jarang dan enggan terjadi jika kita tidak mempercayainya dan akan terjadi jika kita mempercayainya, sedangkan teman saya yang dari golongan agama berpendapat bahwa mamali" ataupun "wala'" sejak zamannya nabi muhammad dan sahabatnya tidak dijelaskan hanya saja disebut sebagai budaya lokal dan bukan merupakan suatu keparcayaan yang patut kita percayai dan kita amalkan.
Menyambung pendapat teman saya yang pertama tentang rasiolitas, saya teringat pada sebuah buku yang isinya mengajarkan kepada kita bahwa apa ynag kita lakukan dan kita katakan merupkan setimulus atau dorongan untuk nasib kita, jikalau kita memberi masukan yang baik tentu kan menghasilakn hasil yang baik pula akan tetapi jika memberi masukan yang buruk maka akan menghasilkan yang buruk juga. kalau dalam teori orang cina ini dibuktikan dengan penelitian mengenai kata-kata yang dimasukkan kedalam air dan kemudian hasilnya sunngguh luar biasa,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar